Saturday, 22 February 2014

Renault Lebih Lambat dari Mercedes & Ferrari

Kamui Kobayashi mengendarai mobil Caterham. (Foto: Reuters)SAKHIR – Performa mesin pabrikan Renault rupanya belum membaik. Pembalap Caterham, Kamui Kobayashi menilai Renault akan sulit bersaing dengan tim pabrikan lainnya seperti Mercedes dan Ferrari.

Pembalap asal Jepang itu menyelesaikan 66 lap dalam tes kedua di Bahrain, hari ini. Dia berhasil mencatat waktu 1 m 39.855 detik. Kendati tertinggal cukup jauh dari Kevin Magnussen yang mengendarai mesin Mercedes, tapi Kobayashi merupakan pembalap tercepat dari tim-tim yang memakai mesin Renault.

Kobayashi boleh berbangga. Catatan waktunya masih lebih unggul dari juara bertahan Sebastian Vettel. Namun, setelah mengikuti tes di Jerez dan Bahrain, paket mesin V6 turbo keluaran pabrikan asal Prancis itu masih belum mampu meningkatkan performa secara signifikan.

Artinya, Caterham telah memfokuskan kerjasama dengan pemasok mesin asal Prancis itu untuk memecahkan kesulitan yang sedang berjalan. “Jadi kami harus membantu Renault agar bisa bertarung dengan mesin dari pabrikan lain,” kata Kobayashi, ketika ditanya mengenai situasi mesin mobilnya.

Tidak hanya Kobayashi yang mengeluhkan performa mesin Renault. Vettel juga mengatakan yang sama. Penampilan Red Bull yang memakai mesin Renault juga masih tertinggal dari Mercedes dan Ferrari dalam dua tes terakhir ini.

“Untuk sementara itu, kecepatan mobil kami memang terlalu pelan. Jadi, kami memberikan kesempatan mereka untuk bekerjasama dan setelah itu kami akan bekerja untuk memperbaiki mobil kami juga,” sambung Kobayashi, sebagaimana diwartakan Autosport.

“Selama tes, kami bertemu dengan mobil lain dan jelas kami melihat mobil mesin Mercedes lebih cepat saat trek lurus sekitar 20-30 km/jam. Kami akan melihat apa yang bisa kami lakukan dalam waktu dekat. Untuk sementara, mobil kami jelas lebih lambat,” akunya.


+

Nasib Ducati Tergantung Motor 2014

tim Ducati tes di Sepang. (Foto: Crash)tim Ducati tes di Sepang. (Foto: Crash)BOLOGNA – Pada akhir tes resmi MotoGP di Sirkuit Sepang, performa Ducati memang belum memuaskan. Namun, manajer anyar Ducati, Gigi Dall’Igna menyatakan nasib timnya tergantung pada motor baru ini.

“Segala sesuatu pada akhirnya merupakan evolusi dari model sebelumnya. Jadi masa depan Ducati akan datang dari motor 2014 ini,” kata Dall'Igna, sebagaimana diberitakan Crash.

Selama dua musim, Ducati memang tidak mampu bersaing dengan Honda dan Yamaha dalam perebutan gelar juara. Ducati mengharapkan penunjukan Dall’Igna menjadi manajer anyar adalah mengubah peruntungan tim asal Italia itu.

Sejak Casey Stoner memutuskan untuk hengkang dari MotoGP pada musim 2010, Ducati belum pernah merasakan kemenangan. Bahkan pada musim lalu, tim peraih gelar juara pembalap dan tim pada musim 2007 itu tidak pernah merasakan podium.

Untuk itu, muncul rumor Ducati tengah memikirkan mengenai berlaga dengan status tim kelas Terbuka pada musim 2014. Namun, Dall'Igna rupanya belum berani untuk mengubah kembali rancangan motor Desmosedici. Dia membutuhkan hingga tiga seri untuk mengumpulkan informasi yang dibutuhkan.

“Saya akan menganalisa semua data dari tes dan balapan. Menurut pendapat saya, setelah balapan ketiga nanti, saya berharap mendapatkan semua informasi yang saya butuhkan untuk memikirkan mengenai sesuatu hal baru,” lanjut pria asal Italia itu.

“Karena saya masih mempelajari orang dan motornya. Untuk sementara ini, kertas masih bersih hingga balapan ketiga,” sambungnya.
(hmr)

http://sports.okezone.com/read/2014/02/17/38/941898/dall-igna-nasib-ducati-tergantung-motor-2014
+

Suzuki Kesulitan Gunakan Perangkat Resmi

Suzuki sedang menjajal motor. (Foto: Ist)Suzuki sedang menjajal motor. (Foto: Ist)SEPANG– Tim Suzuki terus bekerja dalam tes di Sirkuit Sepang, pekan lalu. Untuk Randy de Puniet dan tim, fokus pada tes ini menjajal spesifikasi perangkat ECU (Electronic Control Unit) dari Magneti Marelli.
 
Menjelang kembali ke ajang MotoGP pada musim 2015, Suzuki mulai melakukan tes dengan menggunakan perangkat ECU yang dipersiapkan oleh perusahaan asal Jepang, Mitsubishi. Namun otoritas MotoGP menerapkan peraturan baru lagi.
 
Ya, otoritas dari MotoGP meminta kepada tim peserta untuk mulai menyesuaikan diri dengan perangkat keras ECU resmi yang disuplai dari Dorna dan Magneti Marelli. Suzuki mulai menjajal spesifikasi itu di Malaysia, pekan lalu.
 
“Ini merupakan sebuah tes yang sangat penting untuk kami karena pertama kami membandingkan performa kami dengan tim lain. Jujur, kami sedikit mengalami kesulitan dengan sistem elektronik karena kami baru menggunakan sistem dari Magneti Marelli,” kata Brivio, diberitakan Crash.
 
Tes yang dilakukan De Puniet berjalan dengan lancar. Motor yang ditunggangi olehnya tidak merasakan kerusakan. Meski demikian, masih ada beberapa hal dari motor yang harus diperbaiki oleh Brivio dan tim.
 
“Tapi secara keseluruhan tes kami menggunakan Magneti Marelli berjalan dengan lancar yang mana menjadi sebuah pertanda bagus. Tentu kami memiliki beberapa masalah yang harus diperbaiki, kami sedang bekerja dalam setting motor dan memahami sistem ini,” sambungnya.

http://sports.okezone.com/read/2014/02/17/38/941921/suzuki-kesulitan-gunakan-perangkat-resmi
+

Galbusera: Rossi Masih Bisa Juara Dunia




Valentino Rossi. (Foto: Reuters)Valentino Rossi. (Foto: Reuters)GERNO DI LESMO – Silvano Galbusera telah ditunjuk untuk menjadi kepala kru Valentino Rossi yang baru. Galbusera mengaku tidak pernah meragukan kapasitasnya. Bahkan, Rossi dianggap masih bisa menjadi juara dunia musim 2014.
 
Ya, setelah bekerjasama dengan Rossi selama 14 tahun, Rossi berpisah dengan kepala kru legendaris, Jeremy Burgess. Meski usia Rossi sudah tidak muda lagi, 35 tahun, Galbusera percaya pembalap asal Italia itu masih bisa meraih kemenangan dan menjadi juara dunia lagi.
 
“Ya , mengapa tidak? Saya percaya pada potensinya . Dia bisa melakukannya jika saya memberinya sebuah mesin yang dia bisa memberikan perlawanan dengan pilot lain,” kata Galbusera, dalam wawancara dengan Speedweek.
 
Kiprah Rossi pada musim lalu memang kalah bersinar dengan pembalap muda seperti Marc Marquez, Jorge Lorenzo dan Dani Pedrosa. Tapi, pembalap asal Italia itu sama sekali tidak kehilangan penggemarnya, termasuk Galbusera.
 
“Tentu saja, saya orang Italia dan selalu menjadi penggemar Rossi. Dia selalu berada di papan atas dan saya selalu bermimpi untuk bisa bekerja dengan dia . Saya juga sangat terkejut ketika Yamaha mengatakan bahwa dia ingin menguji motor,” ujar Galbusera.
 
“Saya bahkan lebih terkejut ketika mereka menelepon saya di seri akhir musim lalu. Saya tidak perlu banyak waktu untuk memikirkannya, dan saya menikmati bekerja dengan dia,” lanjutnya.
(hmr)
+

Rossi Permudah Kinerja Galbusera

Silvano Galbusera dan Valentino Rossi. (Foto: Ist)Silvano Galbusera dan Valentino Rossi. (Foto: Ist)GERNO DI LESMO– Silvano Galbusera sangat mengagumi kinerja Valentino Rossi. Menurutnya, Rossi berhasil memberikan masukan mengenai motor Yamaha kepadanya dengan baik. Hal itu mempermudah kinerja kepala kru anyar Rossi tersebut.

Galbusera ditunjuk Yamaha untuk menggantikan Jeremy Burgsess, yang memutuskan untuk mengakhiri kerjasama dengan Rossi. Galbusera sudah bekerja dengan mantan pembalap Ducati itu sejak tes Valencia. Masukan yang diberikan Rossi sangat mengejutkannya.

“Tes pertama di Valencia sangat pendek dan kami harus melanjutkan rencana dari Jepang. Oleh karena itu, saya tidak banyak waktu untuk pertukaran informasi dengan Vale. Kami menjalani tes pertama resmi (di musim 2014) di Sirkuit Sepang. Vale berhasil mengejutkan saya. Dia melihat motor secara rinci dan melihat setiap perubahan kecil. Dia sangat fokus,” kata Galbusera.

Pada tes MotoGP di Valencia bulan November itu, Rossi memang berhasil mencatatkan waktu cukup cepat 1 menit 31,350 detik. Galbusera mengaku masih beradaptasi untuk memperbaiki performa motor yang akan ditunggangi oleh Rossi pada musim depan.

“Saya mencoba untuk cepat beradaptasi dengan kondisi di MotoGP, tapi saya butuh lebih banyak waktu. Dalam waktu singkat, Valentino berhasil memberikan masukan yang sangat baik. Itu mempermudah pekerjaan saya dan kita bisa memodifikasi motor lebih cepat,” sambungnya, dalam wawancara dengan Speedweek.

http://sports.okezone.com/read/2014/02/18/38/942672/rossi-permudah-kinerja-galbusera
+

Redding Nyesel Pilih Honda

Scott Redding. (Foto: ist)Scott Redding. (Foto: ist)LONDON - Michael Bartholemy selaku manajer dari Scott Redding, mengaku menyesal telah memilihkan Honda sebagai tim barunya di MotoGP ketimbang Yamaha. Hal ini menyusul hasil apik Yamaha sepanjang tes ujicoba pramusim.

Dalam tes pramusim yang berlangsung di Sepang, Malaysia, awal bulan ini, tim kelas terbuka dari Yamaha menjadi yang lebih baik ketimbang Honda. Di mana Aleix Esparago bersama motor FTR-M1 tembus empat besar.

Sementara Redding yang bergabung dengan Gresini Honda, tak mampu menembus sepuluh besar dengan motor RCV1000R. Bartholemy pun cukup menyesal bila melihat hasil tersebut.

Akan tetapi, dipilihnya Gresini Honda tak lain karena Redding bakal dijanjikan motor pabrikan seperti dipakai pembalap Repsol Honda, Dani Pedrosa dan Marc Marquez. Itulah yang menjadi alasan ia memilih Honda.

"Dengan Yamaha, kami punya kemungkinan mengendarai motor Aleix Espargaro. Dengan Honda, kami bisa mengendarai motor pabrikan di tahun kedua. Sayang, waktu itu kami harus mengambil keputusan pada bulan Juni. Saat itu saya tak tahu bahwa Yamaha akan sangat cepat seperti sekarang. Saya membuat kesalahan!" ujar Bartholemy. 

"Kami punya komitmen dari Honda dan Gresini bahwa Scott akan mendapat motor pabrikan di tahun kedua. Konstruktor lain tidak memberi janji ini kepada kami, dan itulah alasan mengapa kami memilih Honda dan Gresini," sambungnya dalam wawancara khusus dengan Crash.

http://sports.okezone.com/read/2014/02/20/38/944078/yamaha-lebih-cepat-redding-nyesel-pilih-honda
+

MotoGP Tetap Survive Tanpa Honda

Apa jadinya MotoGP tanpa Honda? (Foto: MotoGP.com)Apa jadinya MotoGP tanpa Honda? (Foto: MotoGP.com)MADRID – Apa jadinya kontes adu cepat kuda besi MotoGP tanpa eksistensi Honda ke depannya? Tentu banyak yang akan merasa kehilangan. Pun begitu, Race Director MotoGP, Mike Webb, mengaku pede bahwa MotoGP tetap bertahan dan takkan kolaps.
 
Sebagaimana diketahui sebelumnya, bos HRC (Honda Racing Corporation), sudah melayangkan ultimatum. Apabila Dorna selaku otoritas MotoGP tetap menerapkan batasan software ECU (Electronic Control Unit) hanya dari satu supplier – Magnetti Marelli, Honda akan angkat kaki.
 
“Saya tak tahu (apakah Nakamoto benar-benar serius). Saya sendiri selalu menganggap serius kata-kata Nakamoto, karena dia sosok yang serius. Dia mungkin sudah mengatakan keputusan itu, bahwa ‘jika (batasan ECU) itu terjadi, kami akan pergi’,” tutur Webb, seperti disadurCrash, Sabtu (22/2/2014).
 
Andai memang nantinya Honda sungguh-sungguh memutuskan ‘cabut’ dari MotoGP, baik di kelas premier, Moto2 maupun Moto3, Webb optimis MotoGP bakal survive, bakal terus berjalan – walau tetap merasa “ada bagian yang hilang” dari MotoGP.
 
Beberapa waktu lalu pula, bos Dorna, Carmelo Ezpeleta, merespons ancaman Honda. Selain percaya diri Honda takkan pergi, Ezpeleta juga yakin setidaknya akan tercapai suatu titik temu atau katakanlah negosiasi dengan Honda. Webb pun mengarapkan hal serupa.
 
“Dua tahun lalu, jawaban mudahnya (terkait apakah MotoGP bertahan tanpa Honda), tentunya tidak. Sekarang, kami pikir iya (MotoGP bertahan). Tahun depan, tentu saja. Masih ada orang lain yang mampu membangun motor kompetitif. Tapi tentu rasanya seperti memotong satu kaki seseorang,” lanjut Webb.
 
“Anda bisa bertahan, tapi Anda takkan berfungsi dengan baik dan Anda takkan pernah menginginkan itu terjadi. Kami akan melakukan segala hal yang kami bisa untuk menghindarinya. Tapi jika memang sebuah perusahaan harus pergi, jalannya balapan terus berlanjut, walau takkan dengan level yang sama,” tutupnya.
(raw)

http://sports.okezone.com/read/2014/02/22/38/944830/motogp-tetap-survive-tanpa-honda
+

Sunday, 16 February 2014

Spesifikasi "Resmi" Smartphone Android Murah Nokia

Smartphone Android Nokia.Smartphone Android Nokia.JAKARTA - Rentetan informasi terkait kehadiran smartphone Android murah dari Nokia bergantian mengguyur dunia maya. Setelah ritel onlineVietnam membuka harga smartphone itu, kini konfirmasi dari spesifikasi produk itu pun terungkap. 

Adalah akun Twitter Evleaks yang memaparkan spesifikasi dari Nokia X. Ia menyebut bahwa smartphone hadir dengan ukuran layar 4 inci beresolusi WVGA. 

Untuk urusan performa, perangkat ditopang chipset Snapdragon yang memiliki prosesor dual-core 1GHz, RAM 512MB, dan memori internal 4GB.

Spesifikasi lainnya, smartphone Android Nokia memiliki kamera utama 5 megapiksel dan baterai berkapasitas 1.500mAh. Sementara, lapak onlineVietnam, Mainguyen memberikan label harga dari Nokia X A100 sekira Rp1,3 juta.

Situs itu menyebutkan, layar smartphone memiliki resolusi 480 x 854 dengan kerapatan 285ppi. 

Nokia diharapkan menyingkap smartphone Android-nya dalam hajatan teknologi Mobile World Congress (MWC) pada 24-27 Februari. (gst)

http://techno.okezone.com/read/2014/02/15/57/941526/spesifikasi-resmi-smartphone-android-murah-nokia
+

Bocoran Spesifikasi Blackberry Jakarta

Ilustrasi. (foto: Reuters)Ilustrasi. (foto: Reuters)


















WATERLOO - Sudah bukan rahasia lagi bahwa BlackBerry akan memproduksi perangkat khusus pasar Indonesia bernama BlackBerry Jakarta. Terkini, sudah ada bocoran spesifikasi untuk BlackBerry yang kabarnya dibanderol murah tersebut.

Seperti dilansir Geekbench, Jumat (14/2/2014), BlackBerry Jakarta akan ditenagai oleh prosesor dual-core dari Qualcomm, yakni chipset Snapdragon Plus yang memiliki kecepatan clock hingga 1.19GHz. 

Prosesor tersebut dipadukan dengan kartu grafis Adreno 305 bersamaan dengan RAM sebesar 1,5GB. Mengenai sistem operasi, BlackBerry Jakarta akan menjalankan OS BB terbaru, yakni BlackBerry 10.2.1. 

Sementara itu spesifikasi lain seperti lebar layar, resolusi layar, kamera, dan kapasitas penyimpanan masih abu-abu. Namun rumor yang beredar juga menyebutkan, BlackBerry Jakarta tak akan memiliki keyboard fisik Qwerty. 

Mengenai tanggal rilis, kabarnya BlackBerry Jakarta akan diperkenalkan pada gelaran Mobile World Congress pada akhir Februari mendatang di Barcelona, Spanyol.

http://techno.okezone.com/read/2014/02/14/57/940834/ini-bocoran-spesifikasi-blackberry-jakarta
+

Barca Menggila

Salah satu aksi Messi saat mengobrak-abrik pertahanan Rayo (Foto: Albert Gea/REUTERS)
Salah satu aksi Messi saat mengobrak-abrik pertahanan Rayo (Foto: Albert Gea/REUTERS)
BARCELONA - Tak ada ampun! Kalimat ini mungkin pantas disematkan untuk Barcelona saat menjamu Rayo Vallecano. Dominasi penuh yang mereka tunjukkan sepanjang laga, berbuah skor fantastis, 6-0!

Menjamu Vallecano di Estadio Camp Nou pada jornada ke-24 La Liga, Minggu (16/2/2014) dini hari WIB, Barca dituntut meraih kemenangan demi merebut kembali puncak klasemen yang beberapa jam sebelumnya direbut Atletico Madrid.

Dengan performa ofensif, Barca langsung mencetak gol pada serangan pertamanya. Aksi overlap full back, Adriano Correia di sisi kanan pertahanan Rayo, diakhiri dengan sebuah sepakan melengkung dari luar kotak penalti yang menghujam deras pojok kiri bawah gawang Ruben.

Rayo merespon semenit berselang. Trashorras mengirimkan umpan manis ke Falque. Namun, sepakan Falque di bawah tekanan Dani Alves masih lemah sehingga bisa diamankan Valdes.

Setelah peluang tersebut, praktis Vallecano hanya fokus menjaga area pertahanan mereka dari gempuran pemain Barca dari segala penjuru lapangan. Menit 13, Messi nyaris mencetak gol andai sepakannya menyambut umpan Fabregas tidak membentur tiang.

Hal serupa juga dialami Pedro Rodriguez lima menit berselang. Memanfaatkan umpan Iniesta, Pedro melepas tendangan yang sayangnya kembali membentur tiang.

Rayo, meski tak bisa leluasa memainkan bola, namun sempat pula mengancam gawang Barca. Seperti yang terjadi pada menit ke-26 di mana mereka memaksa Valdes melakukan dua penyelamatan gemilang dari upaya Larrivey dan Falque.

Barca yang terus menekan, akhirnya berhasil menambah gol pada menit ke-36. Messi mencetak gol cantik dengan sebuah tendangan cungkil usai menerima umpan Fabregas.

Sebagai catatan, ini menjadi gol ke 336 Messi bersama Barca dan membuatnya memecahkan rekor 335 gol legenda Athletic Bilbao, Telmo Zarra, sebagai pemain dengan torehan gol terbanyak untuk satu klub Spanyol. Gol Messi mengantar Barca menutup paruh pertama dengan skor 2-0.

Intensitas serangan Barca tak mengendur begitu babak kedua dimulai. Gol ketiga pun sepertinya hanya tinggal menunggu waktu. Dan benar saja, Alexis Sanchez mencatatkan namanya di papan skor usai memaksimalkan assist matang Messi.

Tiga menit berselang, Barca semakin tak terbendung usai mencetak gol keempat melalui Pedro Rodriguez yang memanfaatkan umpan manis Fabregas. Menit ke-69, Barca kembali menambah pundi-pundi golnya.

Gol kelima dicetak Messi atau yang keduanya di pertandingan ini. Mempertontonkan umpan-umpan pendek yang jenius, kini giliran Alexis yang memberikan assist untuk gol Messi.

Unggul lima gol, pelatih Gerardo ‘Tata’ Martino nampaknya sudah cukup puas. Dia pun menarik Messi pada menit ke-75. Tujuannya jelas, memberikan istirahat lebih agar La Pulga tetap bugar saat Barca bertandang ke Etihad, kandang Manchester City pada leg pertama babak 16 besar Liga Champions, Rabu 19 Februari dini hari hari nanti.

Sebelum menarik Messi, Tata lebih dulu memasukkan Neymar da Silva yang telah pulih dari cedera dan membuatnya absen di delapan pertandingan. Momen comebacknya pun ditandai dengan sebuah gol spektakuler di mana dia mendrible bola dari lapangan tengah lalu melepaskan sepakan melengkung dari luar kotak penalti, yang meluncur deras ke gawang Ruben. Gol ini menjadi sinyal bahwa bintang Brasil ini sudah siap kembali diandalkan saat laga kontra City.

Gol Neymar menjadi penutup pesta setengah lusin gol Barca di laga ini. Kemenangan besar ini sontak membawa Barca kembali merebut puncak klasemen sementara La Liga dari Atletico. Dengan poin sama, 60, Barca unggul selisih gol dari Los Colchoneros di tempat kedua.

Susunan Pemain:
Barcelona: 
Valdes, Alves, Puyol/Mascherano (68’), Pique, Adriano, Busquets, Fabregas, Iniesta, Sanchez, Messi/Tello (74’), Pedro/Neymar (62’)

Rayo Vallecano: Ruben, Arbilla, Saul, Ze Castro, Mojica, Baena, Trashorras, Bueno, Falque, Rochina, Larrivey (acf)
+

Rossi: Sulit Tiru Gaya Balapan Marquez

Valentino Rossi. (Foto: MotoGP)Valentino Rossi. (Foto: MotoGP)















ROMA - Marc Marquez berhasil menorehkan hasil manis sepanjang tes pramusim MotoGP di Malaysia, 4-6 Februari. Valentino Rossi pun mengakui bahwa pembalap Honda tersebut membalap lebih cepat darinya.

Selama sesi tes tiga hari di Sirkuit Sepang, Marquez sukses menjadi yang tercepat bersama motor RC213V miliknya. Bahkan, jawara dunia MotoGP 2013 itu sukses mencetak rekor baru dengan menciptakan catatan baru 1 menit 59.533 detik atau hanya terpaut 0.74 detik dari rekor sebelumnya Casey Stoner.

Sementara Rossi hanya dua kali memepet Marquez di posisi kedua. Pembalap Yamaha ini pun mengakui bahwa dirinya takkan bisa mengikuti gaya membalap yang cukup agresif dari Marquez, terlebih Rossi masih melakukan pengembangan pada YZRM1.

"Sayangnya, saya tak bisa berkendara seperti Marc. Apalagi tipe tubuh kami sangat berbeda. Kaki saya terlalu panjang, saya jelas tak bisa meniru gaya balap Marc," ujar Rossi dilansir Speedweek.

"Marc jelas masih jauh lebih cepat ketimbang saya. Jadi kami harus memperbaiki seluruh area, termasuk pengereman dan akselerasi. Saya juga harus menggunakan ban dengan baik," sambung jawara dunia MotoGP sebanyak tujuh kali ini.

http://sports.okezone.com/read/2014/02/13/38/940474/rossi-sulit-tiru-gaya-balapan-marquez
+

Yamaha Masih Lebih Baik di Tikungan

Honda belum mampu meningkatkan kecepatannya saat menikung (Foto: MotoGP.com)Honda belum mampu meningkatkan kecepatannya saat menikung (Foto: MotoGP.com)AALST – Bicara adu cepat menilik catatan waktu, tim Repsol Honda masih yang terbaik. Lihat saja catatan rekor Marc Márquez di tiga hari sesi tes Sepang pekan lalu, yang tak satu pun bisa disaingi rival lainnya, macam Yamaha.
 
Untuk saat ini, sang juara bertahan masih yang tercepat dengan catatan waktu terbaik, 1 menit 59,533 detik di Sepang lalu. Honda juga punya keunggulan pada stabilitas pengereman. Tapi masih ada satu area lagi yang masih bikin iri Honda para Yamaha.
 
Melihat data dan informasi yang terkumpul dari hasil tiga hari tes, Honda mengakui bahwa Yamaha masih lebih baik dari mereka, perihal kecepatan menikung. Akselerasi Yamaha di tikungan belum bisa dilampaui atau bahkan disamai Honda.
 
Padahal, Baik motor RCV213V Márquez maupun Dani Pedrosa sudah dipasok sasis dengan spec baru. Namun sayangnya tak membuahkan hasil yang signifikan. Bos HRC (Honda Racing Corporation) Shuhei Nakamoto, tak segan mengatakan timnya masih gagal memangkas gap waktu dengan Yamaha saat menikung.
 
“Yamaha masih lebih baik (soal kecepatan di tikungan). Kami berharap sasis baru di Sepang bisa mengantarkan kecepatan menikung yang lebih baik. Tapi sayangnya hasilnya tetap sama,” ungkap Nakamoto.
 
“Inilah (motor) Honda dan kami merasa takkan pernah punya performa bagus saat menikung di lintasan,” tuntasnya, sebagaimana disadur MCN, Jumat (14/2/2014).

http://sports.okezone.com/read/2014/02/14/38/940628/yamaha-masih-lebih-baik-di-tikungan
+

Suzuki Fokus ke Peraturan Kelas Terbuka

Suzuki saat tes di Misano. (Foto: Crash)Suzuki saat tes di Misano. (Foto: Crash)















SEPANG– Suzuki terus mempersiapkan diri untuk kembali berlaga di ajang MotoGP. Manajer tim, Davide Brivio mengonfirmasi Suzuki masih berupaya agar bisa mengikuti balapan di kelas Pabrikan pada musim 2015.
 
Diketahui, Suzuki memang sangat rutin mengikuti tes resmi yang dilakukan MotoGP. Terakhir, pembalap Randy de Puniet ikut menjajal motor Suzuki dalam tes yang berlangsung di Sirkuit Sepang, Malaysia.
 
Performa De Puniet dalam tes itu kurang meyakinkan. Pembalap Suzuki hanya mampu menempati peringkat 17 dari 27 pembalap dan tertinggal 2.953 detik dari Marc Marquez. Kendati performa mengecewakan, Suzuki tidak memiliki niat untuk pindah dari kelas Pabrikan ke kelas Terbuka.
 
“Untuk sementara ini tidak ada perubahan kebijakan. Jadi idenya adalah mengembangkan teknologi dan piranti Suzuki. Saat ini kami juga sedang menjajal motor yang menggunakan peraturan kelas Pabrikan,” kata Brivio, dilansir dari Crash.
 
De Puniet dan Suzuki lebih sering melakukan tes ketimbang tahun. Tim asal Jepang itu mendapatkan wild card dari MotoGP untuk mengikuti tes musim ini. Suzuki juga diizinkan untuk mengikuti tes yang akan berlaga di Eropa.
 
“Kami akan kembali lagi ke sini untuk tes kedua di Sepang. Setelah itu, kami akan pergi ke Austin dan Argentina untuk melakukan tes di sana. Kami juga akan mengikuti beberapa tes di Eropa mungkin Mugello, Barcelona, Misano, Aragon,” ujar Brivio, soal rencana tes Suzuki.
 
“Belum ada keputusan soal wild card, tapi masih ada kemungkinan. Mungkin bisa balapan di Motegi atau Valencia. Itu tergantung situasi pada akhir tahun setelah program tes, sehingga bisa menjadi pemeriksaan terakhir,” sambungnya.

http://sports.okezone.com/read/2014/02/14/38/941017/suzuki-fokus-ke-peraturan-kelas-terbuka
+